
BIREUEN – Waka Polsek Gandapura Ipda Jafaruddin hadiri sebuah rapat penyelesaian masalah irigasi digelar di Balai Desa Kantor Camat Gandapura, Kabupaten Bireuen. Rapat ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang muncul terkait irigasi di Paya Geurugoh, Kecamatan Gandapura. Kamis (19/10/23).
Kapolsek Gandapura Iptu Muhammad Rizal SE SH MH yang diwakili oleh Waka Polsek Gandapura Ipda Jafaruddin menjelaskan,
Permasalahan utama yang menjadi latar belakang rapat ini adalah penutupan irigasi dengan material tanah dan batu yang dilakukan oleh masyarakat Cot Puuk.
Lanjud, tindakan ini telah mengakibatkan gangguan serius pada aliran air irigasi, yang berdampak pada meluapnya air di persawahan Desa Tanjong Raya. Kelompok masyarakat Cot Puuk menjelaskan bahwa tindakan mereka dilakukan sebagai respons terhadap meluapnya air di persawahan dataran rendah yang mereka kelola.
Irigasi Paya Geurugoh terletak di Desa Pulo Gisa, Kecamatan Gandapura, yang terletak di dataran ketinggian. Sistem irigasi ini digunakan oleh dua pemukiman, yaitu Buket Rata dan Mukim Antara, di Kecamatan Gandapura.
Hasil dari rapat antara semua peserta rapat sepakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara saluran irigasi. Rapat tersebut dihadiri oleh masyarakat dari kedua pemukiman yang terlibat, perwakilan Muspika, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Ipda Jafaruddin, dalam kesempatan itu memberikan himbauan kepada peserta rapat untuk menyelesaikan masalah melalui musyawarah, dan mendorong mereka untuk tidak melakukan tindakan merusak terhadap fasilitas irigasi yang dapat merugikan semua pihak.”imbaunya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Gandapura, Kapolsek Gandapura (diwakili oleh Wakapolsek), Danramil 08 (diwakili oleh Batuud), Kanit Reskrim Polsek Gandapura, Kanit Binmas Polsek Gandapura, serta pemangku kepentingan dari berbagai desa terkait.
Tambahnya, meskipun situasi saat ini telah diselesaikan dengan musyawarah, tetap diperlukan pendekatan dan himbauan lanjutan kepada masyarakat di dua pemukiman terkait untuk menghindari tindakan yang dapat merusak fasilitas irigasi dan berpotensi merugikan hasil panen serta keseimbangan ekosistem pertanian.”tutup.






Users Today : 84
Users Yesterday : 447
This Month : 7929
This Year : 84550
Total Users : 168907
Views Today : 1233
Total views : 3863506
Who's Online : 5